Rabu, 03 November 2010

" Pantaskah Anda Disebut Laki-laki ? "



Beberapa hari terakhir ini pikiran saya terganggu oleh sebuah ungkapan "selama janur kuning belum melambai dan bendera kuning belum berkibar, segalanya adil dalam perang dan cinta... ". Terus apanya yang salah dengan ungkapan tersebut. Memang sekilas tidak ada yang salah terutama berkaitan dengan percintaan. Tetapi pertanyaannya adalah dalam situasi dan kondisi yang bagaimana ? Apabila seorang wanita yang sudah mempunyai pasangan baik pacar maupun suami menolak cinta dengan tegas seorang pria yang berusaha mendekatinya maka apakah masih pantas dan berlaku ungkapan di atas.

Memang yang namanya jodoh itu ada di tangan Yang Maha Kuasa. Tetapi apakah lantas seorang pria bisa mengabaikan sebuah nilai yang namanya kepantasan ??? Ya kepantasan !!! Sebuah nilai yang tidak tertulis dan berlaku di tengah masyarakat. 

Nah nilai kepantasan inilah yang saat ini banyak dilupakan atau sengaja dilupakan oleh orang demi sebuah nafsu ingin memiliki tanpa pernah mau mempertimbangkannya terlebih dahulu.  Memang dalam dunia percintaan siapapun punya hak untuk mencintai dan menyayangi seorang wanita. Tetapi semuanya harus melihat dan menyadari dimana posisinya yang sebenarnya. Kalau semuanya dipaksakan apakah ini yang dinamakan bentuk kasih sayang dengan mengatasnamakan jodoh di tangan Tuhan. Terlalu naif dan dangkal cara berpikirnya.

Bagaimana kalau situasinya dibalik. Sebagai seorang pria yang telah memiliki pasangan cintanya tetapi melihat pasangannya didekati atau diganggu oleh pria lain, apakah dia masih mau menerima ungkapan di atas. Pasti jawabannya adalah TIDAK dan cenderung akan marah karena tidak terima perbuatan pria tersebut. Untuk itulah dibutuhkan empati  sebelum bersimpati dalam mencintai seorang wanita dan tidak main terabas saja. Inilah yang dinamakan Nilai Kepantasan berlaku secara universal. 

Banyak orang yang mengatakan semuanya tergantung kepada sikap wanitanya. Benar !!! Tetapi harus diingat di dunia ini berlaku hukum sebab akibat. Tidak akan ada akibat kalau tidak ada sebab. Tidak akan ada makan  kalau tidak ada lapar. Tidak akan ada minum kalau tidak haus. Dan tidak akan ada manusia kalau tidak ada Tuhan. Ingat dan camkan kalau perlu direnungkan kembali sehala tindak tanduk kita. Maka itu tidaklah heran ditengah masyarakat masig percaya dengan yang namanya Hukum Karma.  Berbeda kalau seorang wanita berstatus lajang alias single barulah ungkapan di atas berlaku. 

Ada satu perumpamaan yang bisa dijadikan contoh. Misalkan kita mempunyai sebuah tanah. Secara de facto milik kita tetapi secara de jure belum milik kita karena belum ada surat kepemilikan resmi dari pihak yang berwenang. Bagaimana sikap kita seandainya ada pihak lain yang sedikit demi sedikit mencaplok (maaf terlalu kasar) atau mengambil tanah yang kita miliki ? Sudah pasti kita akan mengusirnya dan apabila masih nakal atau ngeyel maka mau tidak mau kita akan melakukan tindakan tegas dengan melapor kepada pihak berwajib karena telah terjadi pencaplokan milik pribadi. 

Nah itulah analogi yang hampir mirip dengan kasus percintaan. Memang secara resmi pasangan wanita kita belum menjadi pasangan resmi karena belum adanya ijab qobul tetapi secara fakta pasangan wanita kita telah menunjukkan sikapnya kalau dia sudah menjadi pasangan tidak resmi. Apalagi pasangan wanita kita telah menyatakan penolakan dengan tegas cinta pria lain yang ingin memilikinya. Jadi masih pantaskah pria yang ditolak cintanya menyatakan kalau dia punya hak untuk mengatur dan mengajak wanita yang menolaknya untuk selingkuh atau main belakang??? Jawabannya adalah pria tersebut termasuk golongan pria pengecut dan munafik. 

Pertanyaannya adalah apakah pria tersebut masih layak disebut pria sejati ? Silakan menjawab sendiri dengan versi masing-masing tetapi harus ingat akan adanya hukum kausa prima dan hukum ruang dan waktu. Dan alam semesta yang akan menilainya dan menghukumnya secara otomatis. 

Jangan salahkan siapa-siapa tetapi salahkan siapa saja yang mulai "bermain api" terutama "Api Asmara "

Link yang terkait :

” Tidak Artinya Tidak “. Mengapa Beberapa Pria Masih Tidak Mengerti ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar