Seperti menjadi suatu kebiasaan/tradisi pada setiap menjelang pemilihan umum baik pemilihan caleg secara nasional maupun daerah dan pemilihan kepala daerah.
Beberapa bulan terakhir ini, Uyut saya dengan padepokan Galeuh Pakuan Pajajaran sering didatangi oleh orang-orang yang punya hajat ingin menjadi anggota legislatif maupun kepala daerah bahkan mau jadi camat atau lurah. Mereka berpikir bahwa Uyut mempunyai kemampuan yang dapat mewujudkan segala keinginan dan cita-cita mereka.
Sebagai orang tua, sudah pasti Uyut akan menyambutnya dengan baik dan bersahaja. Cuma masalahnya, mereka yang merasa terhormat itu kurang mengerti dan bersikap santun dengan uyut sebagai orang tua. Banyak yang sudah berhasil maka setelah itu menghilang tanpa bekas dan tidak pernah lagi bersilaturahmi. Memang itu adalah hak mereka untuk tidak kembali lagi. Mungkin mereka menganggap kami bukan siapa-siapa dan hanya ingin memenuhi rasa keingin tahuan mereka saja.

Tetapi minggu lalu adalah puncak kemarahan, kegelisahan, kegalauan dan semua emosi Uyut terhadap mereka-mereka yang punya niat mencalonkan diri jadi anggota parlemen yang terhormat dan kepala daerah. Begini ceritanya :
Bertepatan Padepokan Galeuh Pakuan Pajajaran menyelenggarakan perayaan Maulud nabi Muhammad SAW, satu per satu berdatangan para caleg dengan berbagai macam atribut/bendera di mobil mereka dan diikuti oleh tim suksesnya. Wao jadi ramai nich acara Maulud Nabi-nya (pikir saya saat itu). Saya dan tamu yang datang sudah dapat menebak maksud dan tujuan mereka datang ke acara tersebut.
" Uyut, perkenalkan saya dari Partai A/B/C dan seterusnya "
" Maksud kedatangan kami, ingin meramaikan acara Maulud Nabi ini "
" Apa yang bisa kami bantu agar acara ini bisa sukses..... "
Hahahahahaha saya hanya bisa tertawa dalam hati dan membuat saya tidak bisa menahan tertawa saat Uyut mengatakan
" Uyut mah sering kedatangan orang dari mana saja baik Partai A, Partai B, partai C dst sampai Partai yang tidak lulus verifikasi KPU bahkan baru dalam angan-angan yaitu Partai Grandong dengan Sekjennya Mak Lampir...tuh ketuanya ada disini (sambil menunjuk ke arah saya ....teu balek wakakakakak) "