![]() |
| serisiapsiaga.wordpress.com |
Tulisan ini sekedar bonus setelah seorang teman bertanya saya tentang sebuah kematian. Bagi setiap orang kematian adalah kehendak Allah SWT dan itu pasti terjadi (haqqul yaqin). Tetapi masalahnya adalah bagaimana kita menghadapi kematian itu sendiri ? Takutkah ? Gembira atau bahagia kah ? Masa bodo kah ? Silahkan kita menjawabnya sendiri-sendiri.
Tetapi tulisan ini hanya mengungkapkan sebuah kejadian kematian yang pernah saya lihat dan alami di sebuah mesjid di daerah Garut. Pada waktu itu saya dan uyut berkunjung ke tempat anak buah beliau. (sebut saja namanya Asep). Kebetulan kami sampai menjelang Ashar. Kamipun berbincang-bincang dengan santainya dengan beberapa orang yang ikut nimbrung karena mendengar kabar Uyut datang. Sejam kemudian barulah kami dikejutkan oleh ramainya orang-orang yang berteriak-teriak kalau ada orang meninggal di dalam mesjid (jaraknya kurang lebih 200 meter dari rumah Asep). Beberapa dari kami pun segera beranjak menuju ke mesjid. Saya dan Uyutpun hanya terdiam di tempat sambil menunggu berita tersebut.
Beberapa saat kemudian Asep datang kembali ke rumah dan mengatakan kalau benar ada orang yang meninggal dunia dalam mesjid dan posisi mayatnya terlentang di pojok belakang dalam mesjid. Uyutpun bertanya siapakah gerangan yang meninggal tersebut. Rupanya yang meninggal tersebut masih penduduk disitu dan bernama sebut saja Andang. Pria berumur 40 tahun dan bekerja sebagai buruh tani.
Mendengar penjelasan Asep, Uyut hanya tersenyum tanpa bicara apa-apa. Tetapi saat saya menanyakan apa makna senyumnya beliau. Barulah beliau mengatakan dengan tegasnya kalau Andang tersebut belum meninggal dunia. Betapa kagetnya kami yang mendengar pernyataan Uyut tersebut. Sementara di luar orang-orang mengatakan kalau Andang telah meninggal dan mati syahid. Kemudian Uyut meminta Asep untuk mengajaknya ke mesjid untuk melihat jasad Andang.

