Tampilkan postingan dengan label ruddabby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ruddabby. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Agustus 2010

PUASA 12

Sebetulnya sudah lama saya ingin menulis tentang puasa 12 ini tetapi selalu terkendala oleh kesibukan dan butuh konsentrasi untuk menulisnya karena saya perlu mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang saya alami sekitar 10 tahun yang lalu dan itu menjadi sejarah dalam kehidupan manusia.

Kebetulan saat sedang memulai tulisan ini saya mendapat kabar bahwa teman saya masuk rumah sakit karena penyakit parah yang katanya sudah stadium 3 atau 4 (maaf saya tidak dapat menyebut penyakitnya demi kebaikan bersama).

Sekitar 10 tahun yang lalu keluarga kami mengalami peristiwa yang luar biasa. Peristiwa itersebut nantinya akan membuat kami sekeluarga menjadi tegar, ikhlas, sabar dan sebagainya (atau bahasa agamanya Tawadhu). Seperti yang diketahui, usaha almarhum bapak mengalami kebangkrutan akibat krisis ekonomi tahun 1998. Kebangkrutan itu tidak hanya mengakibatkan kami tidak punya apa-apa tetapi juga diikuti oleh tidak kuatnya Ibu saya menghadapi cobaan ini yaitu ibu saya sering kali masuk rumah sakit.

Hal tersebut berlangsung selama 8 tahun. Ibu sering kali keluar masuk rumah sakit mulai dari penyakit maag yang akut, kantung empedu, diabetes,jantung sampai yang terakhir stroke. Dalam 1 tahun Ibu bisa keluar masuk rumah sakit sampai 4-5 kali dan dalam 8 tahun sudah mengalami koma sebanyak 8 kali . Ibarat peribahasa :" Sudah jatuh ketimpa tangga pula"

Hal tersebut membuat saya sampai putus asa dan menantang Allah dalam setiap doa yaitu " Ya Allah habiskan segala yang kami miliki kalau memang ini bukan haq kami dan kami siap untuk menjadi orang miskin agar keluarga kami bahagia dunia akhirat" Doa ini pernah saya sampaikan kepada orang tua saya termasuk kakek buyut di Sumedang. Mereka hampir menangis dan tidak bisa berkata apa-apa.

Singkat cerita, suatu hari saya dipanggil oleh kakek buyut di Sumedang. Beliau mengatakan ada sesuatu yang ingin dibicarakan dan ini penting sekali. Sesampainya di rumah kakek buyut saya, beliau mengatakan kalau mendapatkan ilham atau mimpi yaitu saya harus puasa untuk membersihkan diri dan mungkin ini salah satu jawaban Allah SWT agar kehidupan keluarga kami menjadi lebih baik. Saat itu saya tidak terlalu banyak bertanya dan memang pikiran saya tidak fokus kepada pembicaran Uyut saya. Ketika ditanya apakah saya siap dan sudi melakukannya. Sempat kaget dan bertanya melakukan apa ? Dengan tersenyum dan tidak marah, Beliau menyuruh untuk puasa 12.


Puasa 12 ??? Apa itu? Begitulah pikiran saya pada saat itu karena memang saya kurang perhatian. Kalau puasa Senin Kamis sudah biasa, puasa Nabi Daud sudah biasa, puasa Qurban sudah biasa, apalagi puasa bulan Ramadhan sudah kewajiban.

Orang Gila Yang Tidak Gila

Ilustrasi (useillusion1.wordpress.com)


Saat itu saya baru pulang dari Temanggung menuju Yogyakarta. Hari mulai mendekati senja dan saya terdampar di terminal Magelang. Hal ini terjadi gara-gara saya salah memilih bis. Saya pikir bis yang ditumpangi jurusan Temanggung-Yogyakarta ternyata jurusan Temanggung-Magelang. Ya sudah, terpaksa saya harus menunggu bis jurusan Semarang-Yogyakarta.

Entah kenapa pada hari itu bis jurusan ke Yogyakarta seperti hilang ditelan bumi. Biasanya beberapa menit sekali masuk terminal Magelang untuk mengangkut penumpang ke Yogyakarta. Rupanya ada mogok massal para awak bis. Memang ada satu dua bus AKAP berukuran sedang seperti metromini yang mengambil trayek Magelang-Yogyakarta. Tetapi saat itu saya enggan menggunakan bis tersebut.

Kebetulan saat itu perut terasa lapar sekali karena sejak pagi saya belum makan nasi kecuali sebungkus roti dan sebuah botol aqua sedang. Saya memutuskan untuk mencari warung makan di sekitar terminal. Baru saja saya berjalan beberapa meter, terdengar suara orang menyanyi dengan teriakan keras dan menari-nari. Terdengar pula orang-orang mengusirnya jauh-jauh supaya tidak mendekati warung dagangannya bahkan ada beberapa orang yang mengganggu dan usil kepada orang tersebut. Ohhhh ternyata orang gila dalam hati saya.

Awalnya saya tidak menghiraukan dan peduli dengan setiap tingkah laku orang gila tersebut. Tetapi saat dia menyanyikan sebuah tembang Jawa yang artinya saya sedikit mengetahuinya maka tanpa sadar saya memperhatikannya. Setelah lama mengamati dan memperhatikannya, saya merasa yakin kalau orang tersebut tidak gila. Sesekali saya lihat pandangan matanya dan sepertinya orang gila tersebut tahu kalau saya melihatnya.

Langsung saja saya menghampiri orang gila tersebut sambil membawa 2 buah teh botol dingin. Banyak orang mengingatkan saya agar tidak mendekati orang gila tersebut tapi tetap saja saya mendekatinya untuk membuktikan kalau orang gila tersebut tidak gila.

Begitu saya menghampiri, orang gila tersebut diam dengan tatapan tajam dan sesekali tersenyum. Langsung saya pegang tangannya dan mengajak duduk di trotoar terminal. Herannya orang gila tersebut tidak menolak tapi malah menyanyi tembang Jawa lagi.

" Pak... pak... pak... minum " teriak saya

" Ahhh ... ya "

" Sudahlah Pak berhenti nyanyinya. Ayo minum dulu " saya memberikan teh botol dingin.
Langsung saja teh botol dingin tersebut diminumnya dan dalam waktu singkat kosonglah isi botolnya.

" Mau lagi Pak "

" Haaaa apa? lalalalalala "

" Mau lagi Pak teh botolnya. Mau khan? Bu pesan satu lagi teh botolnya "

Dengan perasaan takut-takut ibu penjual teh botol mendatangi kami berdua sambil memandangi saya dan orang gila tersebut. Tiba-tiba orang gila tersebut tersenyum kepada saya dan senyuman itu menandakan sambutannya untuk menerima kehadiran saya. Nah inilah saat yang tepat untuk bertanya kepadanya pikir saya saat itu.

" Maaf ya Pak, dari tadi saya perhatikan bapak. Sebetulnya bapak tidak gila khan ? "

" Hahahahahahahahahahahahahahaha.....hahahahahahahahahahaha " orang gila tersebut tertawa dengan keras sampai terdengar oleh orang lain sehingga menarik perhatian orang yang lalu lalang.

" Ada apa Pak ? Kenapa tertawa ? Benar khan omongan saya ? "

" Hahahahaha hahahaha kalau saya gila, memangnya kenapa ? "

" Ya tidak apa-apa. Cuma aneh wong tidak gila kok mau jadi gila ? "

" Hmmmmmm "

" Okelah kalau begitu, kita makan ya Pak. Pasti bapak belum makan. Perut saya sudah berbunyi "

Tanpa banyak bicara orang gila tersebut mau mengikuti apa yang saya tawarkan. Segeralah saya menuju ke warung makan. Setelah makan, saya melanjutkan pembicaraan sebelumnya walaupun saya tahu banyak orang bisik-bisik merasa heran dan aneh. Kok mau-maunya berteman dengan orang gila. heheehe.

" Bagaimana Pak ? Sudah kenyangkan ? "

" Sudah Mas " sungguh kaget saya mendengar jawabannya.

" Syukur dech. Omong-omong kenapa bapak harus jadi orang gila "

" Hmmm saya memang gila kok "

" Kok bapak bicaranya seperti itu "

" Ya memang harus begitu. Orang-orang waras itu pasti akan mengatakan saya gila atas apa yang saya lakukan selama ini "

" Memangnya apa yang bapak telah lakukan "

" Lalakon Mas "

" Apa itu Pak "

" Lalakon ya lalakon ... itu lho menjalankan perbuatan untuk mencari jati diri. "

" Maksudnya bapak ini sedang melakukan perjalanan spiritual "

" Ya kayak begitu "

" Tapi kenapa harus jadi orang gila "

" Ya harus jadi gila. Coba mas perhatikan. Ada nggak orang gila mengganggu orang waras ? "

" Saya jarang lihat Pak. Yang ada malah orang waras yang selalu mengganggu dan menggoda orang gila "

" Nahhhh jadi sebenarnya siapa yang gila Mas "

" Aduh susah saya menjawabnya Pak. Saya tidak mengerti. "

" Dari gila itulah saya mengerti dan memahami enaknya jadi orang gila "

" Kok bisa Pak. Enaknya dimana ? "

" Enaknya ya sewaktu diganggu, digoda, diludahi,dimarahin, dipukul, dipermainkan dan diusir-usir oleh orang yang merasa dirinya waras "

" Wah wah wah dalam sekali apa yang bapak katakan "

" Biasa saja Mas. Saya jadi tahu dan merasakan langsung bagaimana orang-orang suci dulu seperti rasul, nabi, wali ataupun aulia diperlakukan seperti orang gila sama dengan apa yang saya alami Mas pada saat menjalankan kebenaran Ilahi. Ternyata saya merasakan kenikmatan yang luar biasa "

" Makin tidak mengerti saya "

" Kalau merasa waras, orang tidak akan mudah marah, mengganggu, menggoda, mempermainkan, meludahi, memukul atau merusak apalagi mengecilkan semua ciptaan Gusti Allah termasuk orang gila. Orang gila khan juga ciptaan Gusti Allah. Manusia tahu perannya di dunia sebagai kalifah yang memberikan rahmat bagi alam semesta ya semua yang diciptakan Gusti Allah. "

" Luar biasa penjelasan Bapak. Ini ajaran sufi ya Pak "

" Saya tidak tahu Mas apa itu sufi yang saya tahu ini lalakon untuk mencari sejatinya diri manusia "

" ohhhhhh gitu " saya sampai terkagum-kagum sambil berpikir apa makna yang terkandung di dalam penjelasan bapak yang dianggap gila ini.

" Sudah ya Mas. Itu bis ke Yogyanya sudah datang. Cepetan sana. Nanti malah ketinggalan lagi "

" hah kok tahu sich saya mau ke Yogya aneh " dalam hati saya.

" Cepetan Mas "

" Oh ya saya pamit dulu Pak. Terima kasih ilmunya Pak "

" Saya yang harus terima kasih karena sudah diberi makan oleh Mas heheheehe lalalalalalalala "

Kembali bapak tersebut bernyanyi dan menari-menari sambil keluar dari warung meninggalkan saya. Sayapun buru-buru membayar makanan yang kami santap dan menuju ke bis yang menuju Yogyakarta.



Ilustrasi (isfahangraphic.com)


Ketika bis mulai bergerak meninggalkan terminal Magelang, saya sempat melihat bapak tersebut kembali menjadi orang gila dan bergerak meninggalkan terminal juga. Sebuah pengalaman yang luar biasa dalam hidup saya. Ya Allah, terima kasih dan saya bersyukur kepadaMu karena Engkau telah memberikan ilmu dan petunjukMu lewat orang gila yang bukan gila itu. Engkau Maha Kuasa, Penguasa Langit dan Bumi.